PROFIL BPBD KOTA BLITAR

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar merupakan lembaga teknis daerah yang dibentuk untuk menyelenggarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar merupakan lembaga teknis daerah yang dibentuk untuk menyelenggarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.

Informasi dan Layanan

Call Center 112

test
Layanan Call Center 112 Kota Blitar, yang dikelola oleh Diskominfotik Kota Blitar, adalah call center darurat yang bekerja sama dengan BPBD, Dinas Kesehatan, dan instansi..

BERITA UTAMA

BPBD Kota Blitar – Sebanyak 1.000 rumah tinggal di Kota Blitar, Jawa Timur, akan dipetakan ketahanannya terhadap risiko gempa bumi selama lima hari mulai Senin, 31 Agustus hingga Sabtu 5 September 2026. Kegiatan ini merupakan program dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diselenggarakan bersama BPBD Kota Blitar, dan Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar.Agenda tersebut diawali dengan bimbingan teknis (bimtek) Penilaian Awal Kerentanan Bangunan pada Kamis-Sabtu, 27-29 Agustus 2026. Sebanyak 37 mahasiswa semester III hingga VII Program Studi Teknik Sipil Unisba dan tiga personel BPBD Kota Blitar yang bertugas sebagai enumerator mendapatkan materi tentang struktur bangunan dan ketahanan terhadap gempa dalam bimtek tersebut.Setelah pembekalan enumerator, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan selama lima hingga enam hari ke rumah-rumah yang telah ditentukan. Rumah-rumah tersebut tersebar di 21 kelurahan yang ada di Kota Blitar.Analis Bencana Ahli Muda Direktorat Mitigasi BNPB, Ayu Setyadewi, mengatakan, para enumerator tidak hanya dibekali pemahaman mengenai konstruksi bangunan tahan gempa. Mereka juga mendapat materi wawancara, simulasi, hingga praktik penilaian bangunan sebelum diterjunkan ke lapangan."Jadi kami membekali para enumerator terkait materi-materi yang diperlukan saat nanti mereka turun ke lapangan," kata Ayu.Setiap enumerator ditargetkan melakukan penilaian terhadap 25 rumah dalam survei tersebut. Program ini diproyeksikan dapat menjangkau sebanyak 1.000 rumah tinggal di Kota Blitar.Rumah yang menjadi sasaran bukan seluruh jenis hunian, melainkan rumah tinggal satu lantai milik pribadi yang dibangun secara mandiri atau swadaya. Pola tersebut dipilih untuk melihat lebih jauh kualitas struktur rumah masyarakat yang pembangunannya tidak menggunakan jasa pengembang."Kita mau mengetahui kondisi rumah tinggal di Kota Blitar itu seperti apa. Kita fokus ke rumah tinggal yang dibikin sendiri, bukan memakai developer, rumah milik pribadi dan satu lantai," ujar Ayu.Penilaian akan melihat kondisi struktur bangunan sekaligus kaitannya dengan lokasi rumah yang berada di kawasan rawan gempa. Kondisi tembok, fondasi, hingga rangka atap menjadi bagian yang diperhatikan untuk mengetahui apakah bangunan telah memenuhi prinsip ketahanan terhadap gempa.Data yang diperoleh dari survei diharapkan tidak berhenti sebagai pendataan kondisi bangunan. Hasilnya dapat menjadi bahan masukan bagi perangkat daerah yang menangani urusan pekerjaan umum dan perumahan untuk menentukan kebutuhan penguatan struktur, retrofitting, maupun program perbaikan rumah sesuai kebijakan pemerintah.Ayu mengatakan keterlibatan perguruan tinggi menjadi penting karena penilaian struktur bangunan membutuhkan sumber daya dengan kompetensi teknis. Mahasiswa Teknik Sipil Unisba dinilai memiliki dasar keilmuan yang sesuai untuk membantu BNPB dalam melakukan pemetaan tersebut."Karena kami memiliki keterbatasan sumber daya yang memahami struktur bangunan, kami melibatkan teman-teman dari Unisba. Mahasiswa Teknik Sipil sudah memiliki latar belakang yang memahami struktur bangunan," kata Ayu.Program tersebut juga menjadi bagian dari agenda peningkatan infrastruktur berketahanan bencana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). BNPB mendorong penilaian rumah tinggal pada 32 lokus prioritas kebencanaan sebagai bagian dari penguatan mitigasi berbasis data.Hasil penilaian terhadap sekitar 1.000 rumah nantinya diharapkan memberikan gambaran lebih konkret mengenai kondisi hunian masyarakat Kota Blitar menghadapi risiko gempa bumi. Data tersebut sekaligus dapat menjadi pijakan awal untuk menentukan kebutuhan penguatan bangunan dan kebijakan mitigasi yang lebih tepat sasaran.
BPBD Kota Blitar - Kebakaran lahan terjadi di Jalan Sumba Nomor 57, RT 01/RW 07, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Minggu (30/8/2026) malam. Kebakaran tersebut dilaporkan dipicu kelalaian saat melakukan pembakaran sampah.BPBD Kota Blitar menerima laporan kejadian melalui Call Center 112 Kota Blitar pada pukul 20.00 WIB. Petugas bersama Pemadam Kebakaran Kota Blitar kemudian bergerak melakukan penanganan di lokasi.Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan api benar-benar terkendali. Penanganan juga melibatkan Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta Agen Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Blitar.Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Penanganan dilakukan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke area di sekitar lokasi.Setelah proses pemadaman dan pendinginan, kondisi Kota Blitar terpantau aman dan terkendali. Cuaca juga dilaporkan cerah saat laporan kejadian disampaikan.Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pembakaran sampah dapat memicu kebakaran apabila tidak dilakukan dengan aman dan diawasi. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di sekitar area yang berpotensi mudah terbakar.
BPBD Kota Blitar - Kebakaran lahan terjadi di Jalan Soka, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Minggu (30/8/2026) siang. Api membakar lahan bambu seluas sekitar 15 meter persegi dan diduga dipicu kelalaian saat melakukan pembakaran sampah.BPBD Kota Blitar menerima laporan kejadian melalui Call Center 112 Kota Blitar sekitar pukul 12.48 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk memastikan api tidak meluas ke area di sekitarnya.Tim BPBD Kota Blitar bersama Pemadam Kebakaran melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. Penanganan dilakukan hingga api berhasil dikendalikan dan kondisi di sekitar lokasi dinyatakan aman.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan laporan awal mencatat tidak terdapat kerugian material. Kebakaran hanya berdampak pada lahan bambu dengan luas sekitar 15 meter persegi.Kondisi Kota Blitar setelah penanganan terpantau aman dan terkendali dengan cuaca cerah. Kejadian ini menjadi pengingat agar aktivitas pembakaran sampah tidak dilakukan sembarangan, terutama di sekitar lahan yang memiliki material mudah terbakar.

Berita Terbaru

Polling

Bagaimana Pendapat Anda tentang Website BPBD Kota Blitar


Saran

VIDEO KEGIATAN

...
22 Aug 2025 / by Administrator
...
22 Aug 2025 / by Administrator
...
22 Aug 2025 / by Administrator
...
22 Aug 2025 / by Administrator
Lihat Lainnya