BPBD Kota Blitar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar bekerjasama dengan Poltekkes Kemenkes Malang (Polkesma) Prodi D3 Keperawatan Kampus Blitar menyelenggarakan kegiatan edukasi dan simulasi Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SD Alam Al-Ghifari, yang berlokasi di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I erupsi Gunung Kelud, Kamis 11 September 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam merespons ancaman bencana, khususnya gempa bumi dan erupsi gunung api.
Pelatihan diikuti oleh 49 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan staf sekolah. Peserta mendapatkan materi tentang pengenalan risiko bencana, jalur evakuasi, dan prosedur penyelamatan diri. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik simulasi evakuasi darurat sehingga seluruh peserta dapat memahami langkah nyata yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Blitar memandu jalannya simulasi dan memberikan edukasi mengenai pentingnya kesiapsiagaan sejak usia dini. Menurut Yoyok Novandy, perwakilan URC sekaligus narasumber kegiatan, edukasi kebencanaan di sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang tangguh bencana.
“Pemahaman dan keterampilan yang ditanamkan sejak dini akan membentuk generasi yang siap menghadapi situasi darurat dan mampu melindungi diri maupun orang lain,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Blitar, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kota Blitar, Propy Ida Kristianti, A.Ks, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan bahwa penguatan budaya sadar bencana harus dimulai dari lingkungan pendidikan.
“Sekolah merupakan simpul strategis dalam membangun ketangguhan daerah. Ketika siswa, guru, dan orang tua memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tepat, maka upaya pengurangan risiko bencana akan semakin efektif. Kami berharap SD Alam Al-Ghifari menjadi contoh yang menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk ikut membentuk Sekolah Siaga Bencana,” ungkapnya.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Polkesma Kampus Blitar, Andi Hayyun Abiddin, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di tingkat masyarakat.
“Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga perilaku siap siaga yang terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD Alam Al-Ghifari, Adif Fanani, S.Si., menyampaikan manfaat yang diterima sekolah dari program ini.
“Anak-anak menjadi lebih yakin dan tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi, dan para guru juga semakin percaya diri memimpin evakuasi,” tuturnya.
Sebagai dukungan konkret, tim pengabmas menyerahkan paket first aid kit untuk menunjang kesiapsiagaan sekolah dalam pelayanan pertolongan pertama pada kondisi darurat.
Melalui pelatihan dan simulasi ini, BPBD Kota Blitar menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat tangguh bencana serta menjadikan lingkungan sekolah sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kota Blitar.
Berita Populer
by Administrator | 18 Jul 2024
by Administrator | 12 Jan 2026
by Administrator | 25 Sep 2025
by Administrator | 23 Dec 2025
by Administrator | 01 Oct 2025
by Administrator | 29 Aug 2024