BPBD Kota Blitar - BPBD Kota Blitar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pembersihan puing bangunan di Jalan Mastrip, Kelurahan Kepanjenkidul, Kecamatan Kepanjenkidul, Jumat pagi, 6 Februari 2026. Pembersihan dilakukan menyusul robohnya sebuah rumah tua yang menimpa bangunan kafe di sekitarnya akibat gempa bumi bermagnitudo 6,2 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Kegiatan pembersihan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan tujuan mengamankan lokasi serta mempercepat pemulihan aktivitas warga dan pelaku usaha di kawasan tersebut. Puing bangunan yang menutup sebagian area kafe dievakuasi agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Sebelumnya, BPBD Kota Blitar telah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian dan memasang garis pembatas guna mengantisipasi potensi risiko lanjutan. Berdasarkan hasil asesmen, bangunan yang roboh merupakan rumah lama dengan kondisi struktur yang sudah tidak layak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, menjelaskan bahwa penanganan difokuskan pada pengamanan dan pembersihan material bangunan agar aktivitas di sekitar lokasi dapat kembali berjalan normal.
“Sehingga kami harus bekerja sama dengan DLH dalam hal ini untuk melakukan pembersihan terhadap puing-puing yang menimpa kafe itu sehingga kafe ini bisa beraktivitas kembali. Begitu sementara ini,” ujar Agus Suherli, di sela-sela pembersihan.
Peristiwa robohnya bangunan tersebut terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.11 WIB. Bangunan berukuran kurang lebih 10 meter x 5 meter itu ambruk setelah diguncang gempa dan menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan di sebelahnya, yakni Cafe Capitol.
Agus Suherli menambahkan, gempa yang dirasakan di Kota Blitar merupakan dampak dari gempa yang berpusat di wilayah Pacitan dan dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur.
“Ya, jadi tadi malam ya, kita ketahui sekitar jam satu lebih 01:01 WIB dini hari ada gempa yang pusatnya menurut info BMKG itu ada di Pacitan yang berdampak di beberapa kota/kabupaten se-Jawa Timur. Di Kota Blitar kebetulan ada laporan akibat gempa itu, ini bangunan yang sudah tua ya, di Jalan Mastrip tepatnya, ini roboh dan menimpa kafe yang ada di sebelahnya,” ujar Agus Suherli.
BPBD Kota Blitar memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material akibat robohnya bangunan rumah tua diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
“Ya, alhamdulillah sampai sekarang tidak ada (korban jiwa). Cuma ada kerugian dari pihak pemilik rumah ya, itu bangunannya yang ambrol. Kemudian dari pihak kafe juga belum melaporkan berapa kerugiannya sampai sekarang, belum dilaporkan,” kata Agus Suherli.
Hingga saat ini, BPBD Kota Blitar menyatakan belum menerima laporan kerusakan lain akibat gempa Pacitan. Proses pembersihan puing masih terus dilakukan agar kondisi lingkungan kembali aman dan aktivitas masyarakat di sekitar Jalan Mastrip dapat berjalan normal.
Berita Populer
by Administrator | 18 Jul 2024
by Administrator | 12 Jan 2026
by Administrator | 25 Sep 2025
by Administrator | 23 Dec 2025
by Administrator | 01 Oct 2025
by Administrator | 29 Aug 2024