BPBD Kota Blitar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar menggelar Simulasi Pasar Siaga Bencana di Pasar Wage, Jalan Mastrip, Kecamatan Kepanjenkidul, Kamis (21/8/2025). Kegiatan ini digelar bersama Politeknik Kesehatan (Polkesma) Kementerian Kesehatan Malang Kampus 3 Blitar dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Blitar.
Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu melibatkan puluhan pedagang, petugas pasar, relawan kebencanaan, hingga mahasiswa Polkesma. Simulasi ini menjadi bagian dari program Pasar Tangguh Bencana yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di pusat keramaian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengatakan bencana merupakan peristiwa yang tidak bisa diprediksi, sehingga upaya antisipasi dan kesiapsiagaan menjadi hal penting.
“Bencana itu kalau kata orang Jawa, datang tak diundang, pergi tidak pamitan. Karena itu, pasar tangguh bencana dikembangkan untuk mengedukasi dan memberikan antisipasi kepada warga, khususnya pedagang pasar, agar siap menghadapi situasi darurat,” kata Agus, dalam sambutannya.
Agus menjelaskan, penanggulangan bencana dibagi dalam tiga tahap, yaitu prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Menurutnya, kegiatan di Pasar Wage ini merupakan bagian dari tahap prabencana.
“Prabencana itu ya sosialisasi, edukasi, pelatihan, dan simulasi. BPBD juga menyiapkan personel agar sigap membantu masyarakat yang terdampak bencana. Kalau bencana datang, tidak bisa dicegah, tidak ada teknologi yang bisa menentukan kapan terjadinya. Karena itu, yang bisa kita lakukan adalah memperkuat kesiapan,” ujarnya.
Selain itu, Agus mengingatkan bahwa Kota Blitar memiliki potensi risiko bencana yang harus diwaspadai, salah satunya letusan Gunung Kelud. Gunung berapi yang berada di perbatasan Kediri–Blitar–Malang itu terakhir meletus pada 2014.
“Gunung Kelud siklusnya 8 sampai 20 tahun. Terakhir erupsi tahun 2014. Sekarang sudah 11 tahun. Jangan sampai meletus lagi, tapi kita tidak tahu kapan itu terjadi. Makanya harus ada antisipasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FPRB Kota Blitar sekaligus dosen Polkesma Kampus 3 Blitar, Agus Khoirul Anam, mengatakan simulasi ini mencakup skenario evakuasi mandiri, pemasangan jalur evakuasi, hingga penentuan titik kumpul.
“Sosialisasi dilakukan, lalu diakhiri dengan simulasi evakuasi mandiri. Jalur evakuasi sudah dipasang menuju titik kumpul di depan Pasar Wage. Harapannya, pedagang dan pengunjung terbiasa memahami jalur evakuasi saat darurat,” kata Anam.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pasar yang aman dan tangguh. FPRB bersama BPBD dan Polkesma akan terus mendampingi pengelola pasar dalam upaya mitigasi bencana.
Simulasi Pasar Siaga Bencana ini mendapat respons positif dari para pedagang. Mereka menilai kegiatan tersebut memberi pemahaman baru tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana di lingkungan pasar.
Dengan adanya simulasi ini, BPBD Kota Blitar berharap seluruh pihak yang terlibat, baik pengelola pasar, pedagang, maupun pengunjung, dapat lebih siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi kemungkinan bencana.
Berita Populer
by Administrator | 18 Jul 2024
by Administrator | 12 Jan 2026
by Administrator | 25 Sep 2025
by Administrator | 23 Dec 2025
by Administrator | 01 Oct 2025
by Administrator | 29 Aug 2024